May 19th, 2009 by takodok
Tidak biasanya saya mengutip yang seperti ini, tapi rasanya yang enam berikut memang benar dan menohok (untuk saat ini). Simak saja ;
- Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? Kematian.
- Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? MASA LALU.
- Apa yang paling besar di dunia ini? Nafsu.
- Apa yang paling berat di dunia ini? Memegang Amanah.
- Apa yang paling ringan di dunia ini? Meninggalkan shalat.
- Apa yang paling tajam di dunia ini? LIDAH.
Ah, terikat dengan masa lalu memang suatu kebodohan. Sayang, saya memang orang bodoh, atau, tidak mau lepas dari kebodohan *sigh*
Mengenai lidah, ada satu kalimat yang saya ingat, ” Tidak semua yang Andatahu harus diucapkan.” Benar, makanya jangan sesumbar. Apalagi mengenai aib teman sendiri. Suatu keberhasilan pun jangan sesumbar diungkapkan. Tapi… cukup sulit lah, karena manusia memang sangat senang berbagi.
Empat lainnya, rasanya sudah sering disinggung dalam kuliah subuh dari jaman SMP dulu. Mestinya memang paham, tapi dasar pelupa!
Ah, membaca buku genre ini kadang-kadang memang dibutuhkan, menambah wawasan, walau tidak semua pembahasannya saya pahami. Tidak setuju bukan berarti menghindar dari apa yang tidak disetujui kan ya?
*sok tau*
Berbagi
Tags: imam al-ghazali, sok tau
Posted in Uncategorized | 9 Comments »
May 14th, 2009 by takodok
Melihat namanya, aku menangis.
Mendengar namanya keluar dari mulutku, aku tertawa sedih.
Kegilaan rupanya sudah menjalar ke setiap sel, dari akson ke dendrit, neuron ke neuron,
Maka hinalah aku yang membiarkan semua masa lalu menghantui jejak hidupku di saat terpenting!
Berbagi
Tags: curhat, mellow
Posted in Uncategorized | 9 Comments »
Feb 27th, 2009 by takodok
“Mungkin kenyataannya ada pecundang dalam diri kita.
Bahagia tak berarti mendapatkan semua yang sempurna dalam hidup.
Mungkin dengan menyatukan hal-hal kecil dalam hidup, seperti memakai celana ini, ajau naik ke tingkat lebih tinggi di Dragon’s Lair, dan lebih memperhatikan kebahagiaan dibanding kesedihan.
Mungkin kita dapat melaluinya, dan itu yang kita harapkan.”
-Bailey ; The Sisterhood of Travelling Pants-
Berbagi
Tags: Film, Quote
Posted in Uncategorized | 4 Comments »
Feb 15th, 2009 by takodok
Satu kalimat, cukup tiga tanda baca rasanya sudah menegaskan makna. Apalagi tanda seru ! Berlebihan tandanya marah. Ada pula yang bilang tak sopan.
Aturan dari mana? Siapa ya ng buat? Oh, itu yang bilang senior saya. Dari komunitas alumni sekolah. Etika ngobrol online. Kira-kira begitu penangkapan saya.
Ya sudah. Saya kira masuk akal. Cukup baik. Lagipula menghemat waktu pengetikan.
Orang lain? Terserah. Yang namanya “aturan” ada yang suka ada tidak. Ada yang patuh, ada yang cuek. Hak mereka lah.
Tapi lama-lama kok jadi terganggu juga ya, karena sekarang saya lebih sering mobile. Monitor 14 inchi beda dong dengan layar hape 2 inchi lebih dikit! Aduh, ribet kalo layar kecil dipenuhi pentungan. Belum lagi byte yang rasanya terbuang sia-sia. Pelit ya? Emang!
Jadi, tolong dong di-rem sedikit nafsu “marah”nya. Bukan masalah kesopanan atau etika, tapi lebih ke arah efektivitasnya. Keren amat ih bahasanya
Ah ah, cuma himbauan, sekaligus memelas; kasihani lah saya si fakir benwit ini
Berbagi
Tags: Uneg-uneg
Posted in Uncategorized | 4 Comments »
Feb 13th, 2009 by takodok
Ayah tanya kapan saya pulang. Selanjutnya ibu yang ingin tau. Nanti yah, nanti bu. Bila tiba saatnya, pulang ke rumah sudah terjadi.
Berbagi
Tags: Ayah dan Ibu
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
Feb 12th, 2009 by takodok
Satu akun lagi telah dibuat. Mau dibawa kemana juga masih bingung. Mungkin sama dengan yang sudah-sudah. Serabutan.
Oke lah. Begitu juga boleh lah. Rahasia besar sebaiknya jangan disimpan dalam satu keranjang bukan?
Berbagi
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
Feb 12th, 2009 by takodok
Selamat Datang di dagdigdug.com. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !
Berbagi
Posted in Uncategorized | 1 Comment »