Lebay yang Terselip
May 14th, 2009 by takodok
Melihat namanya, aku menangis.
Mendengar namanya keluar dari mulutku, aku tertawa sedih.
Kegilaan rupanya sudah menjalar ke setiap sel, dari akson ke dendrit, neuron ke neuron,
Maka hinalah aku yang membiarkan semua masa lalu menghantui jejak hidupku di saat terpenting!
*peyuk-peyuk deschiy*
*hugs oelpha* makasih >.<
*todongin pisounya ke ina*
*sodorin pisau*
*sodorin nanas, mangga, jambu, dondong, bumbu rujak*
eh itu pisonya buat rujakan kan?
Rujak made in Sumanto mau?
membingungkan juga ya
ikut nodongin pisau ke Ina
*Masa lalu hanya untuk diingat bukan untuk dikenang*
Rujaknya masih ndaaaaaaaaak?
*duh telat cuman kebagian sambel*
Deschy kalau lagi lebay bahasanya serem2 yaa *puyeng*
@masnur
iya.. emang ngebingungin. Saya-nya juga orangnya bingung-an
@anda
susaaaahhhhhh
Mari kita rujak ina rame2, hahaha
@-GoenRock-
duuhhhh… biar ndak puyeng, mari, cuci piringnya yaaaa
apalagi kalo ndak lebay, lebih serem plus jutekh